• 9

    Jun

    Lumpur Lapindo : Berpaling dari Korban

    Rieke Diah Pitaloka Tanggal 8 Desember 2006, YLBHI mendaftarkan gugatan terhadap pemerintah dan Lapindo Brantas, terkait masalah semburan lumpur di Sidoarjo. Materi gugatan di antaranya mengenai penanganan para tergugat yang lambat, tidak serius, yang justru menambah derita bagi korban. Tanggal 27 November 2007, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat membacakan putusan menolak gugatan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Pihak Lapindo dianggap tidak lalai dan tidak melakukan perbuatan melawan hukum. Pertimbangannya, perusahaan tersebut sudah mengeluarkan dana sebesar satu triliun lebih, serta sudah menjalin kerja sama yang baik dengan pemerintah untuk menangani semburan lumpur. Pemerintah pun dianggap sudah peduli, dengan bukti dikeluarkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 14
  • 9

    Jun

    Kekerasan Tak Bersuara

    Rieke Diah Pitaloka Setiap kekuasaan sejatinya bisa melihat, mendengar, atau membaca suara korban lewat pelbagai media. Namun, itu tidak berlaku bagi buruh migran. Suara mereka begitu lemah sehingga tak terdengar kekuasaan. Bahkan, kekerasan yang mereka rasakan sering tak bersuara. Parahnya lagi, para pelaku acapkali justru aparat kekuasaan, langsung atau tidak langsung. Tak semua kekerasan terartikulasi secara gamblang. Ada tindak tanduk tak berbunyi yang termasuk dalam kekerasan terhadap buruh migran. Hal itu sudah atau sedang dilakukan aparat dan birokrat. Aneka tindak kekerasan mereka diselimuti berbagai istilah, menyelinap ke berbagai kebijakan, dikemas dengan bahasa yang santun. Kekerasan melalui bahasa, misalnya. Bahasa yang seolah mengangkat harkat, sebenarnya menggerogo
-

Author

Follow Me