• 19

    Dec

    Hari Terakhir di Good Morning

    Hai semuanya… mohon maaf sudah lama nggak ngisi blog karena kesibukan. Tapi hari ini rasanya harus nulis blog karena ada moment yang sayang kalau tidak dibagi sama temen-temen blogger detik. Hari ini hari adalah hari terakhir saya siaran di acara Good Morning setelah hampir 4 tahun setiap pagi jam 08.30 sampai dengan jam 09.30 saya menemani pemirsa trans tv. Keputusan untuk meninggalkan acara yang sangat saya cintai ini karena saya ingin serius di dunia politik. Banyak kenangan selama saya membawakan acara Good Morning. Saya juga banyak belajar. Di acara itu mendekatkan saya dengan masyarakat karena mengangkat isu-isu keseharian yang membuat saya bertemu dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Karena program ini saya jadi rajin nonton berita dan baca koran. Sebagai presenter
  • 12

    Sep

    Hamil Gara-gara Ngeblog?

    eh apa kabar neh? Aduh, maaf bgt ya, baru bisa nemuin temen2 sekarang, kemarin2 waktu lagi baru diajar ngeblog sama bang marwan dari detik, eh tau-taunya hamil. Udah tiga tahun terapi, alhamdulillah hamil juga, seneng tapi puyeng 2 terus, mabuk berat, jadi ngga bisa ngapa-ngapain (sst… jangan2 hamil gara2 ngeblog ya, tau gitu dari dulu deh nulis di blog) Btw thanks bgt buat yang udah singgah di blogku, kalau mau share atau curhat juga boleh, siapa tahu kalau temen2 ada masalah kita bisa cari solusi bareng2 Ngemeng-ngemeng soal aktivitasku skrg ini ngga terlalu banyak. Karena aku punya catatan medis yg kurang baik dgn kehamilan yg dulu, dokter bilang skrg harus lebih dijaga. Jadi udah deh habis siaran Good Morning lebih sering langsung pulang. Tapi di rumah juga tetep aja ngga bisa
  • 9

    Jun

    Mencari Pulang

    Opini Kompas, 26 April 2007 Rieke Diah Pitaloka Pulang identik dengan kembali ke tempat bermula kita pergi, rumah. Rumah adalah hasil kerja keras, tujuan selepas mengurai tenaga sepanjang hari, tempat membesarkan anak-anak, dan tempat berbagi cinta bersama keluarga. Rumah adalah cita-cita, tempat ke mana kita akan kembali, kapan dan ke mana pun kita pergi. Namun, hal itu tak berlaku bagi para korban lumpur panas Sidoarjo. Bukan karena mereka tak punya rumah, melainkan karena rumah bukan lagi tempat nyaman untuk bernaung. Mereka bukan tak ingin pulang, tetapi karena tak lagi bisa pulang. Berjumpa dengan korban “Saya ingin pulang.” Kalimat itu tak asing bagi kita. Namun, makna kalimat itu menjadi jauh berbeda saat diucapkan oleh Siti Rakhmawati (33), warga Perumtas, seorang
-

Author

Follow Me